Rabu, 26 Oktober 2011

Madu dan khasiatnya

Khasiat dan Fungsi MADU

Reputasi madu dalam mengatasi pernafasan tetap diakui, terutama untuk mengusir mucus/dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernafasan. Masyarakat Yunani dan Romawi percaya dengan khasiat madu sebagai dekongestan (pelega hidung saat pilek).

Madu juga memiliki sifat sedative (penenang) yang ringan. Karena itu, masyarakat tradisional sering mencampurkan madu pada segelas susu untuk diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera tidur nyenyak.

Efek lain madu yang sejak lama diyakini adalah sebagai aprodisiak atau pembangkit gairak seksual. Sebagai tonikum, madu dicampur dengan kuning telur ayam mentah dan merica bubuk.

Madu juga dimanfaatkan untuk memelihara kondisi tenggorokan. Segelas air hangat dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengikis radang tenggorokan. Bila mulut sariawan atau meradang, madu diencerkan dengan air untuk kumur. Meskipun bersifat melawan infeksi, madu tidak menyebabkan kerusakan gigi karena kemampuannya melawan bakteri penghasil asam laktat. Karena dapat bersifat basa, madu dapat melindungi lambung dan usus dari penumpukan asam didalamnya. Luka-luka dalam usus juga akan cepat sembuh jika penderita selalu makan makanan yang dicampur madu.

Korma, mempunyai Khasiat

Buah kurma atau jusnya digunakan sebagai ramuan pengobatan.

1. Untuk obat pembengkakan anggota badan: Kurma segar, biji kurma, dupa kering, dan lilin dicampur. Kemudian dibalurkan di tempat bengkak dan ditutup perban selama empat hari.

2. Untuk pembengkakan dan sakit gigi: Natron merah dicampur dengan jus kurma fermentasi. Kemudian dibalurkan di tempat sakit dan ditutup perban.

3. Untuk obat batuk bagi anak-anak: Kurma kering dihancurkan, lalu dicampurkan dengan segelas susu, hingga mengendap. Kemudian diminum.

4. Untuk obat cacing: Biji kurma, bubur kacang polong, dan bir manis dicampur. Kemudian direbus, disaring, dan diminum. Hasilnya akan langsung terasa.

5. Untuk obat penyakit jantung: Kurma segar, madu, dan bir manis dicampur. Lalu diletakkan di anus selama empat hari.

6. Untuk obat bersin: Jus kurma dimasukkan ke hidung.

7. Untuk mempercepat tumbuh rambut: Tulang anjing, biji kurma, dan kaki keledai direbus bersama minyak atau lemak. Kemudian digunakan sebagai salep.

Selasa, 25 Oktober 2011

Keutamaan Zikir






Keutamaan berdzikir



Firman Allah S.W.T

41. Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
42. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.
(033. Al Ahzab , 41-42 )


28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
(  013. Ar Ra'd, 28 )




Untuk sahabatku semua, harap diketahui berzikir itu ternyata perintah Allah S.W.T. kepada hambanya yang beriman. Karena Allah ta’alla bersifat Rahman dan Rahim, sehingga memanggil kita dengan sebutan yang sangat manja, “ duhai orang-orang yang beriman “, artinya orang yang tidak mempunyai iman tidak mendapat panggilan ini, dan tidak mendapatkan perintah ini.



Selaku orang yang beriman tentunya kita akan melaksanakan perintah ini dengan sepenuh hati. Setiap napas yang keluar dari mulut kita, slalu terlampir asma Allah jala jalaluh, duduk kita, berdiri kita, berbaringnya kita akan selalu terhias zikrullah.

Selain perintah Allah ta’alla, zikir juga sebagai obat hati yang galau. Menjadi penentram hati orang-orang yang beriman. Karena hanya orang yang beriman yang akan tentram kala mengingat Allah ta’alla.



Ternyata setiap perintah Allah S.W.T. kepada hambanya selalu terlampir kebaikan . Kebaikan atau keutamaan akan terhadiah bagi yang melaksanakannya dengan sepenuh hati, pagi, petang. Terhampar zikir seorang hamba kepada khaliqnya adalah komunikasi yang penuh dengan kasih sayang.


Selasa, 23 Agustus 2011

Puasa, tidak berpahala

Berapa banyak orang yang menjalani hari-hari puasanya hanya mendapatkan lapar dan haus”
Puji syukur kepada Allah SWT. Yang menjadikan Ramadhon bulan yang penuh keberkahan, bulan yang sangat Agung dan Alhamdulillah umur kita sampai pada bulan Ramadhon tahun ini dalam keadaan sehat walafiat.

Sholawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita yang sangat mulya, nabi akhir zaman, yang tiada nabi setelah beliau, yang Allah swt puji akan keagungan Ahklaknya, yaitu Sayidina wa habibina wa maulana Muhammad SAW. beserta keluarga dan sahabatnya sekalian.

Hendaknya kita slalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan taqwa yang sebenarnya, yaitu menjalankan segala perintahnya dan menjaukan larangannya. Dengan segenap kemampuan dan kekuatan.

Pembaca yang dimulyakan Allah SWT.,
Ramadhon Adalah bulan yang Agung, bulan yang penuh keberkahan,
bulan yang mana didalamnya terdapat suatu malam yang lebih mulya dari seribu bulan, yang Allah swt menjadikan puasa dibulan ini sebagai kewajiban dan amalan pada malam harinya ( sholat malam ) sebagai amalan sunah,.
Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah swt di bulan Ramadhon ini dengan pekerti yang baik, maka ia terhitung mengamalkan amalan wajib di bulan selain bulan Ramadhon.
Ini adalah bulan kesabaran, tidak ada balasan bagi kesabaran kecuali masuk surganya Allah swt.
Ramadhon juga bulan pertolongan, bulan dimana Allah swt. Melimpahkan rizki orang mukmin, barang siapa yang memberikan makan pada orang yang berpuasa dengan rizki yang Allah swt telah limpahkan, maka akan mendapatkan pengampunan dosa dan akan terhindar dari api neraka, serta akan mendapatkan pahala puasa tampa mengurangi sedikitpun pahala puasa orang yang diberi makan ketika berbuka.
Allah swt. Melimpahkan Pahala kepada orang yang memberi walau hanya seteguk air susu, atau sebutir kurma, atau seteguk air minum kepada yang berbuka puasa. Barang siapa yang memberi air kepada yang berbuka puasa, Allah SWT akan memberi minum dari telaga-KU kata Rasulallah SAW., ia tidak akan haus di yaumal qiyamah kelak sampai ia masuk kesorganya Allah SWT.
Bulan ramadhon yang awal penuh dengan Rahmat, yang pertengahanya penuh pengampunan, dan pada akhirnya dijauhkan dari siksa api neraka.

Di bulan Ramadhon ini Allah SWT menurun Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan petunjuk-petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil

Sebagaimana Firman Allah SWT. :

" (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ( al Baqorah : 185 ) "

Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Sungguh agungnya bulan Ramadhan ini dan sangat beruntung kita selaku umatnya Syaidina Muhammad SAW, bagaimana tidak bulan Ramadhan ini adalah milik kita , sebagaimana Sabda Rasulallah SAW. :

”Rajab Adalah bulannya Allah SWT. Sya’ban bulan-Ku kata Nabi, dan Ramadhon adalah bulan umat-Ku. ”

namun sayangnya masih ada yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Seperti sabda Rasulallah SAW. :

كم من صا ئم ليس من صيا مه الاّ الجوع والعطس

“ Berapa banyak orang yang menjalani hari-hari puasanya hanya mendapatkan lapar dan haus”

Mengapa sampai terjadi hal demikian?. Karena mereka berpuasa tidak mengerjakan tertib puasa. Berpuasa dengan berniat di malam hari, tidak makan dan minum serta berhubungn dengan istri di siang hari serta menghindari perbuatan yang membatalkan , Sah hukum puasanya puasa dan akan sempurna bila menjalankan tertibnya, dengn menjalan tertibnya maka puasa akan sempurna.
Adapun tertibnya puasa adalah : puasa yang sebagaimana Rasulallah SAW contohkan, beliau selalu mengajarkan kepada umatnya agar melakukan ibadah tidak hanya sampai derajat sah saja, namun meliau mendorong kepada seorang mukmin agar mencapai derajat sempurna dalam beribadah kepada Allah SWT..
Adapun menjaga lisan, mata, telinga, dan anggota tubuh lainya selama berpuasa adalah tertib puasa, jalan menuju derajat sempurna .

Qutbil Irsyat wal bilad Al habib Abdullah Al Haddad, menerangkan tentang lisan ini dalam satu kitabnya, ” Lisan adalah nikmat utama yang dikarunikan Allah SWT kepada umat-NYA, lisan mempunyai kebaikan yang banyak dan manfaat yang besar bagi orang-orang yang memelihara dan menggunakanya untuk kemaslahatan yang karenanya ia diciptakan bagi manusia.”
lalu beliau juga mengingatkan bahwa :
” Lisan adalah anggota tubuh yang penting dan paling berkuasa diantara anggota tubuh yang lain. Lisan juga yang paling kuat untuk menarik tuannya kepada kecelakaan, manakala jika tidak dipelihara dengan baik dan tidak diawasi dari perkara-perkara yang di haramkan Allah SWT.”

Dan sabda Rasulallah SAW.

” Bukanlah manusia itu dicampakan kedalam neraka melalu wajah mereka, atau melalui hidung mereka, melainkan disebabkan bencana lidah mereka ?. ”

Dan sabda yang lainnya :

” Barang siapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau berdiam diri ”

Bencana lisan yang utama adalah :
Dusta, yaitu menyampaikan berita yang bertentangan dengan kejadian yang sebenarnya.
Berdusta, berdosa besar karena bertentangan dengan keimanan., sebagaimana firman Allah SWT. :

" Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta.( 016. An Nahl, 105 )
Marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta[197].

[197] Mubahalah ialah masing-masing pihak diantara orang-orang yang berbeda Pendapat mendoa kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan la'nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad s.a.w.

Ghibah, yakni menyebut sesuatu yang tidak baik tentang saudaramu yang muslim, yang jika ia mendengar maka niscaya ia marah.
Allah SWT sangat melarang keras Ghibah sebagaimana dalam satu firmanya :

" Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (049. Al Hujuraat, 12 )

Namimah (menghasut ), yakni menyampaikan pembicaraan seseorang kepada orang lainya dengan tujuan menciptakan perselisihan dan fitnah.

Dan firman Allah SWT .:

10. dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
11. yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, (068. Al Qalam )

Sabda Rasulallah SAW. :

” tidak akan masuk sorga orang yang gemar mengadu domba ( menghasut ) ”

Dan sabdanya lagi.

” Sejahat-jahat hamba Allah adalah, orang yang menyebar hasutan, yang memecah belah antara kawan yan berkasih sayang. ”

” Puasa adalah tameng, maka bila diantara kamu menjalankan hari-hari puasa, hendaknya ia tidak berkata kotor, tidak berbuat jahat, dan jangan bodoh dari hukum agama. Jika ada orang yang mencerca atau memaki mengajak berkelahi, hendaknya ia mengatakan ’ sesungguhnya aku sedang puasa’ ”

Minggu, 01 Mei 2011

Taubat yang dapat menyelamatkan



Bertobat kepada Allah S.W.T dari segala dosa adalah satu hal yang dapat menyelamatkan diri kita. Telah diperintahkan-Nya untuk bertobat, dan telah diajarkan tatacara bertobat, sebagaimana yang di-firmankan :
"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."( an Nur, 24:31)

 "(""Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)." ( At Tahrim, 66 : 8)
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." ( Al Baqorah,2 : 222 )

Kemudian Rasulallah besabda :
" Sesungguhnya Allah S.W.T. menerima taubat seseorang, hamba, selama nyawanya belum sampai ke kerongkongan "

"Sesungguh Allah S.W.T membuka tangan-Nya lebar-lebar diwaktu siang untuk menerima  taubat orang yang berbuat kejahatan di waktu malam, dan Dia membuka tangan-Nya lebar-lebar di waktu malam untuk menerima taubat orang yang berbuat kejahatan di waktu siang ( keadaan seperti ini berlansung terus ) hingga matahari terbit dari arah barat,."

" Barang siapa yang bertaubat, niscaya Allah S.W.T  menerima taubatnya."

Semoga kita  diberikan kesempatan untuk bertobat, sebelum nyawa berpisah dengan badan, Amiin.
Wa l' alam







Kamis, 28 April 2011

Bersyukur atas Nikmat-Nya

Besyukur adalah : mempunyai pengertian dan kesadaran bahwasanya semua nikmat yang didapat sebagai seorang hamba datangnya hanya dari Allah S.W.T semata, semuanya sebagai karunia dari -Nya.
Tanda seorang hamba bersyukur, pada dirinya ada perasaan gembira atas semua nikmat yang diterima, kemudian diungkapan dengan banyak melakukan amal ibadah dan lebih mendekatkan diri pada Allah S.W.T.

Allah S.W.T berfirman : 
Wawllah u'lam
( untuk melihat ayat lebih jelas klik ini )

Rabu, 27 April 2011

Wajib bekerja


Berkata Salafus sholeh, Al Imam Al Habib Abdullah Al Haddad, dalam satu kitab karyanya : " Jika Anda seorang pengusaha atau pekerja, hendaklah berlaku jujur, tulus dan iklas dalam melaksanakan semua tugas dan niatkanlah smua itu untuk kepentiangan umat muslim. Dan hendaknya dengan sekuat tenaga slalu menyempurnakan cara kerja dan usahanya."
beliau juga mengutip satu hadist Rasulallah S.A.W. :

" Innaallaha yuhibbul mu'minal muhtarif ",
yang artinya : " sesungguh Allah S.W.T. senang terhadap mu'min yang bekerja "

Lalu Imam Haddad melanjutkan : " Jangan sekali-kali berdusta, menipu, mengingkari janji dan menangguhkan waktu ( mengulur-ulur waktu ) dari hari ke hari yang lain. Dan jangan mengabaikan ( menunda -nunda ) pekerjaan yang diberikan oleh orang, hanya karena sebab orang tersebut tidak mengerti proses kerja yang sebenarnya. Lantas tidak diberikan hak yang seharusnya diterima bagi orang itu. "

Dan Didalam sebuah hadist Nabi Muhammad S.A.W. meyebutkan,
"Wailul lil tajjiri min laa waullahi, wa balaa waullahi, wa wailul lilmuhtarifi min ghodin ba'da ghodin "
yang artinya : " Celakalah bagi pedagang yang suka berucap: ' Tidak! demi Allah !, Memang! demi Allah !, dan binasalah pengusaha yang suka berjanji besok, lusa' . "

( Waullah a'lam bi sawab )

Selasa, 26 April 2011

Gambaran Hari Kiamat..!!





Sungguh benar firman Allah S.W.T., dan maka perhatikanlah....:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
an hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

Do'a itu dikabulkan Allah S.W.T.


Allah pasti mengkabulkan Do;a hambanya yang telah berbuat baik, mari kita perhatikan hadist Nabi Muhammad S.A.W berikut ini :
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim bin 'Uqbah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Suatu ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam suatu gua yang terdapat di gunung. Tanpa diduga sebelumnya, ada sebongkah batu besar jatuh menutup mulut goa dan mengurung mereka di dalamnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada temannya yang lain; 'lngat-ingatlah amal shalih yang pernah kalian lakukan hanya karena mengharap ridla Allah semata. Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah dengan perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian. Kemudian salah seorang dari mereka berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia. Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang tua saya. Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya. Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya baru pulang pada sore hari. Ternyata saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas. Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu. Saya berdiri di dekat keduanya karena tidak mau membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi, saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya, telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat. Keadaan tersebut saya dan anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa saya melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami hingga kami dapat melihat langit! ' Akhirnya Allah membuka celah lubang gua tersebut, hingga mereka dapat melihat langit. Orang yang kedua dari mereka berdiri sambil berkata; 'Ya Allah, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yang saya cintai sebagaimana cintanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu terhadap wanita. Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya. Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata; 'Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.' Lalu saya bangkit dan meninggalkannya. Ya Allah, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwa saya melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! ' Akhirnya Allah membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga. Seorang lagi berdiri dan berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata; 'Berikanlah hak saya kepada saya! ' Namun saya tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel. Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya. Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada saya dan berkata; 'Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain! ' Lalu saya berkata kepada orang tersebut; 'Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu dan ambillah semuanya untukmu! ' Orang tersebut menjawab; 'Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olok saya! ' Kemudian saya katakan lagi kepadanya; 'Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! ' Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu. Oleh karena itu, bukalah bagian pintu goa yang belum terbuka! ' Akhirnya Allah pun membukakan sisanya untuk mereka."

Rabu, 20 April 2011

DIBA' Habib Ali bin Saleh Al-Atas-1



Ya robbi sholli alaa Muhammad, Ya robbi sholli alaihi wa sal...

Maulid Dibai 2


Ya robbi sholli alaa Muhammad, Ya robbi sholli alaihi wa sal...

Maulid Dibai 1



Ya robbi sholli alaa Muhammad, Ya robbi sholli alaihi wa sal...

Maulid, yang dilupakan..7



Ya robbi sholli alaa Muhammad, Ya robbi sholli alaihi wa salam

Selasa, 19 April 2011

Maulid, yang dilupakan..5

HB HAMID_06_upgr copy

Surah (3) Ali Imran ayat: 179

179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini [254], sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mu'min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya [255]. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

[254] Yaitu: keadaan kaum muslimin bercampur baur dengan kaum munafikin.

[255] Di antara rasul-rasul, Nabi Muhammad SAW dipilih oleh Allah dengan memberi keistimewaan kepada beliau berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga beliau dapat menentukan siapa di antara mereka yang betul-betul beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir.

Maulid, yang dilupakan..4

From Al-Istiqomah Forever

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:" Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu'min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"

Maulid, yang dilupakan..3

HADROH_7_upgr copy

Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad SAW lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi SAW, agama dan orang-orang Islam.

Maulid, yang dilupakan..2



Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya [1208] kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.

Maulid, yang dilupakan


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Senin, 18 April 2011

Ya Robbi Sholli Alaa Muhammad yaa Robbi Solli alaihi wa salim



Ya Allah limpahkan sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad S.A.W. beserta keluarganya dan sahabatnya, Amiin

Ini JalanKu dan Jauhkan Aku dari orang-orang Munafik


17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api [26], maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

[26] Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites